Berbicara Dengan Sopan Kepada Atasan

Penulis: Syaikh `Abdul Aziz bin Baz` rahimahulloohu ta’ala

Pertanyaan:

Seseorang secara lahiriah berbicara hormat kepada atasan dan memberinya hadiah, tapi dalam hatinya membenci berbuat demikian dan berharap bahwa orang lain berada di tempatnya. Apakah hal ini merupakan kemunafikan? Meskipun enggan untuk menjadi bawahan, atasan harus dapat menjadi orang yang berkepribadian mulia.

Jawaban:

Bismillah, Alhamdulillaah  Orang ini harus tulus dalam urusannya, tulus dalam berbicara kepada atasannya, dan tulus dalam memohon untuknya. Namun dia harus berhenti memberinya hadiah, karena hal ini termasuk dalam perbuatan yang sama dengan memberi suap. Namun demikian, ia harus berdoa untuk atasannya pada akhir shalat dan meminta kepada Allah untuk membantunya dalam mengemban amanahnya. Orang yang amanah akan menjadi contoh bagi saudaranya, jadi berhati-hatilah dari kemunafikan dan penyuapan. Berbicaralah dengan kata-kata yang baik dan ramah, kata-kata yang menunjukkan perhatian yang tulus untuk orang yang sedang diajak berbicara.

Fatwa Islamiyah Vol. 8 Page 103

Walloohu ta’ala a’lam bishowab

Telah mengalami sedikit perubahan yang dinukil dari:

http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=1311