Hukum Wanita Bekerja Sebagai Pramugari Atau Pelayan di Hotel

Penulis: Komisi  Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Pertanyaan kelima dari fatwa no. 8259 (17/239)

Pertanyaan 5:

Apakah diperbolehkan bagi wanita Muslim untuk bekerja sebagai pramugari di sebuah perusahaan penerbangan, pelayan di hotel atau sejenisnya?

Jawaban:

Pertama: Bekerja sebagai pramugari untuk perusahaan penerbangan mengharuskan perempuan bepergian ke luar negeri tanpa mencari izin dari suami mereka dan tanpa diiringi mahram seperti yang terjadi dalam kenyataan. Bekerja demikian, wanita lebih cenderung bergaul bebas dengan laki-laki dan melihat mereka dengan cara yang melanggar hukum, yang semuanya tidak diperbolekan.

Kedua: Bekerja di hotel membuat seorang wanita menjadi sumber godaan dan menyebabkan dia berikhtilat  dengan laki-laki dan tinggal di pengasingan dengan laki-laki tanpa ikatan pernikahan, yang pasti memiliki efek buruk yang  menyebar dan merusak di masyarakat.

Wabillahi taufiq. Shalallahu wa salaman ‘ala nabiyyina wa ‘ala alihi wa shahibi ajmain.

Komisi  Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua : ` Abdul-Razzaq `Afify

Anggota : `Abdullah bin Ghudayyan

Anggota : `Abdullah bin Qa` ud

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=6516&back=true