Gaji PRT Indonesia Termurah di Malaysia

Kuala Lumpur, 6 Juni 2008 01:36
Pembantu Rumah Tangga (PRT) Indonesia di Malaysia paling diminati tapi juga gajinya paling murah sebesar 550 ringgit (Rp1,6 juta) per bulan, dibandingkan dengan PRT asal Vietnam sebesar 750 ringgit (Rp2,1 juta) per bulan dan Filipina 1.400 ringgit (Rp4 juta) per bulan.

“Pemerintah Filipina yang menentukan sendiri bahwa gaji pembantunya 1.400 ringgit dan pemerintah Vietnam juga begitu. Mereka minta gaji pembantunya 750 ringgit per bulan,” kata General Manager Sri Nadin Sdn Bhd, Fiona Low, di Kuala Lumpur, Kamis (5/6).

Fiona mengatakan hal tersebut di sela-sela kunjungan Duta Besar RI untuk Malaysia, Da`i Bachtiar, ke Sri Nadin, salah satu pemasok PRT di Malaysia. Pemasok PRT ini memiliki tempat penampungan dan pelatihan yang boleh dikatakan bagus, mewah, dan bersih.

Sri Nadin memasok PRT di Malaysia dari berbagai negara di antaranya Indonesia, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Tapi, PRT asal Indonesia memang paling banyak diminati. Ada sekitar 80 persen permintaan pembantu di Sri Nadin adalah PRT asal Indonesia.

Menurut Fiona, agensi di Malaysia tidak bisa apa-apa jika suatu pemerintahan menetapkan gaji minimumnya. “Kami terpaksa mengikutilah,” tambah dia. “Pembantu Indonesia dikenal orang-orang yang ramah, kerjanya ulet dan kuat serta komunikasi mudah karena bahasanya sama dengan rakyat Malaysia. Oleh sebab itu, permintaannya sangat tinggi di Malaysia,” paparnya.

Pasokan PRT di Sri Nadin ini sebagian besar berasal dari Jawa Timur, sisanya dari Jawa Tengah, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.

Hal itu yang juga disesalkan oleh Presiden MTUC (Malaysian Trade Union Congress) Syed Shahir atas sikap pemerintah Indonesia. “Pemerintah Filipina pada Desember 2006 menetapkan gaji pembantunya di Malaysia sebesar 1.400 ringgit per bulan. Take it or leave it (mau ambil atau tidak terserah). Seharusnya pemerintah Indonesia juga harus tegas dan berani membela kepentingan pekerjanya,” katanya.

MTUC sendiri saat ini terus memperjuangkan gaji minimum di Malaysia sebesar 900 ringgit per bulan. Beberapa kali digelar demontrasi dan unjuk rasa tapi tuntutan itu belum dipenuhi. “Jika kerajaan Malaysia mau menetapkan upah minimum sebesar 900 ringgit maka pekerja asing, termasuk Indonesia, akan ikut menikmatinya,” katanya.

Gaji PRT Indonesia rata-rata berkisar antara 350 hingga 500 ringgit per bulan. Sedangkan menurut data imigrasi Malaysia, tahun 2007, ada 300.621 PRT asing bekerja di Malaysia dan 94,8 persen atau 294.115 orang merupakan PRT asal Indonesia. [EL, Ant]

Dinukil dari: http://www.lintasberita.com/go/100264