Gaji PNS Minimal Rp 2 Juta

JAKARTA — Pidato kenegaraan sesi kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Senin 16 Agustus bagai angin surga bagi jutaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Kepala negara menjanjikan awal tahun depan, akan menaikkan gaji pokok para aparatur negara tersebut hingga 10 persen. Kenaikannya meningkat seratus persen dari tahun ini yang hanya lima persen saja.

Selain itu, Presiden juga menyatakan akan tetap memberikan gaji ke-13. Dan itu tidak hanya untuk PNS dan TNI/Polri aktif saja, melainkan juga berlaku bagi para pensiunan. “Pemerintah juga tetap akan memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS, TNI/Polri dan pensiunan,” sebut SBY yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Dengan gaji pokok baru tersebut, ungkap Presiden, penghasilan PNS dengan pangkat terendah akan meningkat dari Rp 1.895.700 menjadi sekitar Rp 2.000.000. Khusus bagi guru dengan pangkat terendah, pendapatannya meningkat dari Rp 2.496.100 menjadi Rp 2.654.000.

Sementara bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya akan meningkat dari Rp 2.505.200 menjadi Rp 2.625.000. “Perbaikan pendapatan itu dimaksudkan agar para guru dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa,” katanya.

Kebijakan menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri sudah dilakukan sejak 2005 lalu. Karena itu, realisasi anggaran belanja pegawai dalam kurun waktu 2005-2010 mengalami kenaikan rata-rata 24,6 persen per tahun, yakni dari Rp 54,3 triliun pada 2005 menjadi Rp 162,7 triliun dalam APBN-P 2010.

Dalam periode tersebut, ditempuh kebijakan kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri serta pensiunan sebesar rata-rata 15 persen pada 2006 dan 2007. Kemudian, pada 2008, kenaikan gaji lebih tinggi lagi, yakni hingga 20 persen. Pada 2009, kenaikan gaji ditetapkan sebesar 10 persen dan tahun ini hanya 5 persen.

Untuk TNI/Polri, uang lauk pauk dinaikkan dari Rp 17.500 per orang per hari pada 2005 menjadi Rp 35.000 pada 2008, dan naik lagi menjadi Rp 40.000 pada 2010. Sejalan dengan itu, sejak 2007, diberikan pula uang makan bagi PNS sebesar Rp 10.000, kemudian naik menjadi Rp 15.000 pada 2008, dan naik lagi menjadi Rp 20.000 pada 2010.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2011 oleh Presiden SBY, menyatakan bahwa untuk kenaikan gaji 10 persen, pemerintah siap menaikkan alokasi anggaran Belanja Pegawai dalam RAPBN 2011. “Totalnya Rp 180,6 triliun,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak.

Menurut Agus, angka tersebut naik Rp 18,0 triliun atau 11,0 persen dibandingkan pagu anggaran belanja pegawai dalam APBN-P 2010 yang sebesar Rp 162,7 triliun. “Anggaran belanja pegawai ini terdiri atas belanja gaji dan tunjangan, belanja honorarium, vakasi, lembur, serta belanja kontribusi sosial,” katanya.

Dalam buku Nota Keuangan dan RAPBN 2011 disebutkan, alokasi anggaran pada pos belanja gaji dan tunjangan ditetapkan Rp 91,2 triliun. “Peningkatan ini terkait rencana kenaikan gaji pokok 10 persen serta melanjutkan kebijakan pemberian gaji ke-13 pada tahun depan,” terang Agus.

Sedangkan pos honorarium, vakasi, serta lembur, ditetapkan Rp 879,0 miliar. Adapun pos kontribusi sosial direncanakan sebesar Rp 61,3 triliun. “Anggaran kontribusi sosial ini sebagian besar digunakan untuk pembayaran pensiun melalui PT Taspen, termasuk kenaikan pensiun pokok 10 persen dan pensiun ke-13,” tambahnya.

Dinukil dari: http://metronews.fajar.co.id/read/101964/10/gaji-pns-minimal-rp-2-juta