Pemberian Pegawai Bank dan Tatacara Shalat Ketika Shafar

Tanya :

Bismillahirrahmanir rahim

Asatidz yang saya hormati, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah hukum pemberian orang yang bekerja di bank? Bolehkan kita menerima makanan pemberiannya dan memanfaatkan uang/barang pemberiannya? Bagaimanakah sikap kita apabila orang tersebut adalah saudara dekat kita sendiri?

2. Saya adalah orang yang sering melakukan safar, dan dalam safar saya sering menggunakan bis malam kelas eksekutif. Terkadang dalam perjalan menuju Jakarta saya sering menjumpai shalat shubuh berada di jalan tol Jakarta – Cikampek dan sampai di terminal tujuan matahari sudah terbit. Sudah menjadi kebiasaan bahwa bis-bis tersebut biasanya tidak berhenti sama sekali ketika di jalan tol dari masuk hingga keluar, dan baru keluar di gerbang keluar yang terdekat dengan terminal tujuan. Bagaimanakah cara saya melakukan sholat shubuh? Bolehkah saya melakukan sholat shubuh di atas bis tersebut? Bagaimanakah apabila hal yang serupa ini terjadi ketika kita naik kereta api atau pesawat terbang? Bolehkah kita sholat di atas kereta api atau pesawat terbang?

Jazakumullahu khairan atas jawabannya. Barakallahu fikum wa hafidhakumullah.

Abu ‘Abdillah Mohammad Luthfi ( Mohammad Luthfi )

Dijawab Oleh:

Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sanusi

Bismillahirrahim,

Al-Akh Muhammad Luthfi -waffaqahullah-,

Pertama, Mengambil pemberian dari orang yang kerja di bank insya Allah tidak mengapa, karena dosa itu ditanggung oleh orang melakukannya langsung dan karena apa yang dia bawa kita tidak tahu apakah memang dari harta ribanya atau bukan.

Kedua, Semampu mungkin antum melakukan sholat subuh pada waktunya dan dalam keadaan berdiri. Kalau tidak memungkin berdiri, maka boleh dilakukan dalam keadaan duduk, karena Allah tidak membebani seorang hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya.

Wallahu A’lam.

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/570