Problematika Muslimah Bekerja Di Luar Rumah

Tanya:

assalamualaikum

Ana minta nasihat dari ustadz,ana bekerja disebuah perusahaan swasta di jakarta. yang mana akhlak teman-teman ana jauh dari sunnah,saat ini hati ana kesal dengan kepala bagian ana waktu itu teman ana yang satu lagi cuti  sehingga pekerjaan teman ana yang sedang cuti diambil alih oleh kepala bagian tsb.dan yang membuat ana kesal adalah setiap ada telp atau yang menanyakan sesuatu beliau selalu berkata:” bahwa beliau sedang bekerja sendiri/banyak pekerjaan seolah-olah beliau menghandle semuanya dan saya tidak dianggap diruangan yang hanya ada kami berdua” dan yang sebenarnya beliau meminta tolong ana untuk membantu beliau tapi yang membuat ana kesal adalah beliau tetap berkata kepada orang-orang dikantor bahwa beliau bekerja sendiri dan ketika ada yang bilang kan ada saya juga,beliau menjawab bahwa saya tidak bisa menghandle pekerjaan teman saya yang tidak masuk (menganggap remeh saya).Alhamdulillah ana sedikit bisa menahan amarah.sebelumnya ana juga dipanggil oleh gm perusahaan,atas kesalahan yang dicari-cari/laporan yang tidak baik mengenai kinerja saya.sepertinya ana bekerja dengan baik atau tidak baik tidak ada bedanya (tetap dianggap tidak baik kinerja saya),inshallah ana niatkan kerja ana lillahi ta’ala.ada satu hal lagi ana mencium indikasi kecurangan/tolong menolong dalam hal yang tidak baik,tapi ana tidak mempunyai bukti kuat. dan penilaian bonus akhir tahun ini pun sepertinya turun drastis,ana minta penjelasan dari hrd beliau menjawab hal ini karena krisis global dan ana berikan argumen,lalu beliau menjawab bahwa ini adalah penilaian manager dan pimpinan sepertinya beliau tidak bisa memberikan jawaban yang tetap.

ana tanyakan ke kepala bagian ana langsung beliau menjawab bahwa beliau tidak ikut memberikan penilaian kesaya , aneh banget kepala bagiannya siapa yang nilai anak buahnya siapa jadinya nggak nyambung. diperusahaan hanya ana yang menggunakan jilbab, dan yang tidak mau berjabat tangan dengan laki-laki meskipun itu pimpinan ana.ana minta nasihat ustadz bagaimanakah seharusnya ana bersikap dalam menghadapi masalah ini tanpa ana harus bertindak diluar syar’i

jazakallah khoir

Candle Three <candle_33@…> candle_33

Dijawab Oleh:
Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sanusi

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah
Semoga Allah memberi kebaikan dan taufiq kepada anti dan seluruh kaum muslimin lainnya.

Pertama-tama, tentunya yang selalu kita sadari bersama, bahwa
kehidupan dunia adalah kehidupan yang penuh dengan tipu daya,
keserakahan, sifat tamak dan lain sebagainya. Seperti yang anti
sendiri saksikan dan alami. Demikian itu kehidupan mereka para
pecinta dunia. Menzhalimi orang lain adalah hal yang lumrah bagi
mereka, bahkan telah menjadi kebiasaan demi nilai jerih yang
sedikit, wallahul musta’an.

Alhamduillah, anti bisa melepaskan diri dengan kesadaran
bahwa perbuatan itu adalah perbuatan buruk dan perspektif akhlak
yang rendah. Seyogyanya jika anti berpaling dari mereka kemudian
berserah diri kepada Allah ta’ala dan segala ketentuan syara’…
menjadi seorang muslimah yang sesungguhnya, muslimah yang menjaga hati dan prilakunya agar senantiasa diatas al-Kitab dan as-Sunnah.

Membaurkan diri dengan mereka, hanya akan menambah keras hati anti, hingga suatu saat nantinya, anti akan menjadi terbiasa dengan kelakuan rendah tersebut bahka mentolerirnya.

Selanjutnya, kami nasihatkan agar anti kembali ke rumah anti, yang dapat menjaga diri, agama dan kehormatan anti. Seorang wanita yang shalihah tidak layak bekerja membaurkan diri dengan kaum laki-laki asing bukan mahramnya.

Allah berfirman, “Dan tetaplah kalian (kaum wanita) berada dirumah-rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dengan perhiasan jahiliyah.” (al-Ahzab: 33)

Dan dari hadits Ibnu Umar, Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassalam  bersabda, “Dan janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-an) dengan wanita, karena syaithan adalah yang ketiga.” Al-Bukhari dan Muslim.
Wallahul musta’an.

 

Dinukil dari:

http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/124