Hukum Asuransi Kesehatan

Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin

Al-Lajnah Ad-Da`imah pernah ditanya tentang asuransi kesehatan dengan system berikut:

1. Asuransi pengobatan

Ketentuannya, pihak yang ikut serta dalam program kesehatan tersebut menyerahkan nominal tertentu yang disepakati bersama, dan dia akan mendapatkan pelayanan serta diskon berikut:

a. Pemeriksaan kesehatan selama menjadi anggota maksimal 3 kali sebulan
b. Diskon 5% untuk pembelian obat
c. Diskon 15% untuk operasi di salah satu rumah sakit tertentu
d. Diskon 20% untuk tes kesehatan dan pelayanan apotek
e. Diskon 5% untuk pemasangan gigi.
Nominal setoran 580 real Saudi, dan bila anggota keluarga ikut semua maka setoran per kepala 475 real Saudi.

2. Asuransi kehamilan dan kelahiran

Cukup dengan membayar 800 real Saudi selama masa kehamilan, dengan pelayanan sbb:

a. Pemeriksaan kesehatan sejak awal kehamilan hingga melahirkan, 2-3 kali dalam sebulan. Khusus bulan terakhir dari kehamilan, pemeriksaan sekali sepekan.

b. Pemeriksaan gratis 2 kali di rumah setelah melahirkan.

c. Si bayi mendapatkan kartu pengobatan gratis selama setahun.

3. Asuransi anak sehat

Setorannya 490 real per tahun, dengan pelayanan:

a. Pemeriksaan bayi selama setahun sampai 3 kali dalam sebulan.

b. Diskon 20% untuk UGD dan operasi kecil.

c. Diskon 15% untuk operasi besar di salah satu rumah sakit tertentu.

Jawaban Al-Lajnah Ad-Da`imah (15/272-274):

Program ini termasuk jenis asuransi kesehatan yang berafiliasi bisnis, dan itu adalah haram karena termasuk akad perjudian dan pertaruhan.

Nominal yang diserahkan nasabah untuk mendapatkan pelayanan berdiskon selama setahun, lebih atau kurang, terkadang tidak dia manfaatkan sama sekali karena dia tidak membutuhkan pelayanan di klinik tersebut selama jangka waktu itu. Sehingga dia rugi dengan jumlah nominal tersebut. Yang untung adalah pihak klinik.

Terkadang pula dia mengambil faedah besar yang berlipat ganda dari nominal yang dia serahkan, sehingga dia untung dan kliniknya rugi…

Program ini adalah perjudian yang diharamkan dengan nash Al-Qur`an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan.” (Al-Ma`idah: 90)

Ketua: Asy-Syaikh Ibnu Baz

Anggota:

Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid

Asy-Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh

Asy-Syaikh Shalih Fauzan

Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan.

Dinukil dari: http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=667